Refleksi Hari Kebangkitan Nasional

HARI KEBANGKITAN NASIONAL

Setiap tanggal 20 Mei, euforia semangat Hari Kebangkitan Nasional melanda putra-putri Indonesia. Hari khusus yang ditetapkan oleh pemerintah pada tanggal tersebut bukanlah tanpa maksud, melainkan agar kita mau belajar banyak dari perjalanan bangsa.

Tanggal 20 Mei diambil dari hari berdirinya Boedi Oetomo, organisasi yang didirikan oleh para mahasiswa kedokteran pribumi STOVIA yang menjadi cikal bakal perjuangan bangsa menuju kemerdekaan.

Pembentukan organisasi itu juga terinspirasi dari ceramah Wahidin Soedirohoesodo setahun sebelumnya tentang pentingnya menggalang dana untuk pendidikan bagi pemuda pandai yang tidak mampu. Kita semua tahu gerakan yang diinisiasi pada 20 Mei itu merupakan percikan-percikan dari tungku bernama semangat juang yang akhirnya menyalakan bara api kemerdekaan secara menyeluruh di dalam dada seluruh anak bangsa.

Kita bisa melihat peristiwa itu dimulai dari sebuah semangat bernama pendidikan. Pendidikan menjadi awal dari sebuah perjuangan dan memberi manfaat. Namun sayangnya semakin kesini kesadaran akan pendidikan mulai menurun. Jangankan anak yang tidak bisa sekolah. Anak yang sudah bersekolah di sekolah favorit pun terkadang melalaikan pendidikan yang ia dapat. Padahal dengan pendidikan yang kita dapat seharusnya kita bisa bersyukur karena kita diberi kesempatan untuk lebih bermanfaat.

Melalui pendidikan kita memiliki kesempatan untuk lebih bermanfaat bagi orang lain. Bukankah sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain seperti yang dikatakan Rasulullah Muhammad SAW. Ketika kita diberi kesempatan oleh Allah untuk merasakan pendidikan maka kita diberi kesempatan pula lebih bermanfaat bagi orang lain.

Seratus sepuluh tahun Kebangkitan Nasional hendaknya menjadi momen arus balik, dimana semangat dan cita-cita Boedi Oetomo 1908 dalam mewujudkan perbaikan serta pencerdasan kehidupan bangsa perlu ditegakkan kembali. Sebuah hal yang mustahil di capai jika tidak diiringi oleh kerjasama antar elemen masyarakat baik lapisan atas hingga lapisan bawah.

Selamat Hari Kebangkitan Nasional yang ke-110

 

Oleh Dimas Sampun (Mahasiswa Manajemen)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *